Selasa, 20 Maret 2012

WASPADAI KONSUMSI GULA TAMBAHAN PADA ANAK


Siapa yang tak suka rasa manis ?? hmm hampir setiap anak menyukai rasa ini. Namun apa jadinya apabila rasa manis yang konsumsi oleh anak berasal dari gula tambahan. Waspadai setiap jenis makanan yang diasup oleh anak anda baik itu berupa susu formula, cookies, snack, ice cream dan yang lainnya. Proses pemberian asupan makanan pada anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh para orang tua terhadap anak dimasa pertumbuhannya. 
 
Seperti halnya gula murni, gula tambahan pun menyuguhkan rasa manis, namun bedanya pada gula tambahan hampir tidak memiliki kandungan nutrisi yang sebenarnya di perlukan oleh tubuh. Berbagai resiko disinyalir berimplikasi pada gangguan kesehatan seperti kegemukan (obesitas), permasalahan pada gigi, tekanan darah tinggi, stroke serta penyakit jantung.
 
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dicermati dalam pemberian asupan makanan pada anak :
  • Cermati jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, seperti cakes, cookies, permen, jus instan, susu formula dan lain sebagainya.
  • Perhatikan berbagai istilah yang mengindikasikan sumber gula, seperti glukosa, madu, maltose, malt syrup, sucrose, sirup, molasses, sirup jagung, dextrose, fructose, gula jagung serta gula merah.
  • Batasi jumlah asupan gula pada teh, susu, atau masakan yang diberikan pada anak, seperti kecap, salad dressing, saus barberque, yoghurt, cracker, pizza, saus pasta dan yang lainnya yang juga mengandung gula tambahan.

Selain dari beberapa point diatas sering pula kita menemukan istilah sugar free atau no added sugars dalam kemasan produk, berikut ini penjelasannya :
  • Sugar Free, artinya tak ada gula dalam makanan, meskipun kerap diganti pemanis buatan.
  • No Added Sugars, artinya tanpa gula atau gula ditambahkan selama proses pengolahan.

WHO  merekomendasikan agar pemberian asupan gula tambahan tetap dalam batas wajar, yaitu tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi, untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Untuk itu marilah mulai dari sekarang kita memperhatikan dan mewaspadai secara selektif jenis makanan yang dikomsumsi oleh anak-anak kita agar dapat tumbuh sehat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar